Shakespeare bilang, apalah arti sebuah nama?
Karena cintaku padamu tak ada hubungannya dengan namamu.
Karena cintaku padamu tak ada hubungannya dengan namamu.
Banyak yang asal menggunakan istilah ini tanpa melihat konteksnya.
Kalau nama itu sungguh tak ada artinya, wahai kawan, tolong tunjukan padaku orang tua waras mana yang menamai anaknya "pelacur", "keparat", "anjing budug", "babi ngepet" dari detik pertama ia lahir ke dunia ?
Kata-kata punya makna, nama punya kekuatan. Ketika di masa sekolah, masa bekerja dan masa-masa lainnya, kita menjuluki seseorang "si bloon", julukan itu akan dibawa orang itu sampai akhir hayatnya - tertulis sudah dalam sejarah hidupnya. Bukan cuma dia saja, tapi juga di kepala dan hati orang-orang di sekitarnya. Dan besar kemungkinan orang itu tumbuh dewasa dan menua menjadi seperti yang diartikan oleh julukannya.
Bila julukannya tanpa arti, atau malah berarti baik, tak apa-apa. Bila tidak ? Bila diucapkan dengan niatan menghina ?
Siapa sih yang suka dipanggil "pelacur", "pengecut", "dudut", "idiot", "belet", "monster", dll. ?
Atau panggilan-panggilan rasis dengan konotasi negatifnya lainnya ?
Atau panggilan-panggilan rasis dengan konotasi negatifnya lainnya ?
---
Bukan bermaksud promosi, hanya bermaksud menunjukkan contoh kisah bagaimana "hanya karena nama", hidup seseorang bisa kacau balau dan menyedihkan.
Bacalah komik terbitan M&C, judulnya Shanao Yoshitsune - Genpei War.
Di sana ada seorang tokoh bernama Taira no Noritsune. Dia anak klan Heike yang terpaksa hidup menanggung beban namanya.
Di sana ada seorang tokoh bernama Taira no Noritsune. Dia anak klan Heike yang terpaksa hidup menanggung beban namanya.
Namanya buat kita di Indonesia, tak ada masalah. Tapi buat Noritsune, setiap kali di dipanggil dengan nama itu, hanya ada kemarahan dan kebencian yang muncul di wajah dan perilakunya.
Noritsune adalah nama yang diberikan oleh ayahnya sebagai simbol ia adalah aib bagi keluarganya. Kenapa jadi aib ? Ceritanya terlalu panjang, silakan baca sendiri.
Intinya, Noritsune seumur hidupnya menanggung aib itu dan berusaha agar ayahnya mengakui dia, menarik cap aib dan mengganti namanya.
Sedihnya, ayahnya mati tanpa sempat memperbaiki hidup Noritsune. Sampai akhir, karakter Noritsune digambarkan sebagai orang yang agak psikopat. Jenius... tapi agak buas, dan hidupnya tidak bahagia.
Ah, ini kan cuma cerita komik ?
Yah, coba ingat-ingat, pikir-pikir lagi. Apa ini cerita yang cuma bisa ada di komik ?
Kalau kamu tidak bisa mengingat ada kejadian serupa dalam hidupmu, syukur-syukur hidupmu memang bersih dari semua kejadian seperti itu, atau kamu adalah salah satu orang bebal di dunia, egois dan tidak perduli dengan orang lain.
Sedihnya, ayahnya mati tanpa sempat memperbaiki hidup Noritsune. Sampai akhir, karakter Noritsune digambarkan sebagai orang yang agak psikopat. Jenius... tapi agak buas, dan hidupnya tidak bahagia.
Ah, ini kan cuma cerita komik ?
Yah, coba ingat-ingat, pikir-pikir lagi. Apa ini cerita yang cuma bisa ada di komik ?
Kalau kamu tidak bisa mengingat ada kejadian serupa dalam hidupmu, syukur-syukur hidupmu memang bersih dari semua kejadian seperti itu, atau kamu adalah salah satu orang bebal di dunia, egois dan tidak perduli dengan orang lain.
---
Gara-gara sebuah nama.
Silakan ubah hidup orang-orang dalam hidupmu menjadi lebih baik atau lebih menderita. Itu pilihanmu.
Yang pasti, "mulutmu, harimaumu".
Bila kamu tak tahu, tanpa sengaja "menghina", minta maaflah dan jangan ulangi lagi.
Bila kamu (sudah) tahu, dan terus "menghina" karena berpikir apa sih masalahnya ? Karena hanya kamu tak mengerti, orang yang kamu panggil itu sudah kamu tambah jumlah luka di hati dan jiwanya. Dan sampai akhir hayatnya, dia akan terperangkap oleh stigma yang diberikan oleh "penghina"nya yang pertama.
Bila kamu (sudah) tahu, dan terus "menghina" karena berpikir apa sih masalahnya ? Karena hanya kamu tak mengerti, orang yang kamu panggil itu sudah kamu tambah jumlah luka di hati dan jiwanya. Dan sampai akhir hayatnya, dia akan terperangkap oleh stigma yang diberikan oleh "penghina"nya yang pertama.
Terima kasih telah menjadi orang yang kejam. Semoga "kebaikan"mu akan terbalas.
Congratulations. You are officially a bully.
Congratulations. You are officially a bully.
---
FYI, ini tulisan untuk refleksi dan introspeksi. Kalau dipikir-pikir, jadi pelaku pernah, korban juga iya.
No comments:
Post a Comment